DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP INDUSTRI PARIWISATA

Saat ini seluruh dunia sedang berada pada revolusi 4.0 dimana teknologi komunikasi dan industry dimanfaatkan sepenuhnya. Revolusi industry sendiri diartikan sebagai periode dimana terjadinya perubahan secara besar – besaran di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, transportasi dan teknologi serta memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan social, ekonomi, dan budaya di dunia. Indonesia sudah memiliki berbagai macam industry, mulai dari industry primer, sekunder, ekstraktif, manufaktur, konstruksi, jasa dan juga kuarter. Industry sendiri diartikan sebagai kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan metode yang sama dalam menghasilkan laba. Sejarah singkat perkembangan industry di Indonesia bermula pada tahun 1920 dimana industry modern di Indonesia semuanya dimiliki oleh orang asing, meskipun saat itu jumlahnya dapat dikatakan masih sedikit. Setelah Indonesia merdeka tahun 1951, pemerintah meluncurkan RUP (Rencana Urgensi Perekonomian). Program utamanya menumbuhkan dan mendorong industry kecil pribumi dan melakukan pembatasan industry besar milik Eropa dan China. Pada tahun 1957 sektor industry mengalami stagnasi dan berhenti berkembang pada tahun 1960an. Lalu mulai kembali berkembang pada pada masa orde baru.


Semenjak saat itu sector industry merupakan sector utama dalam perekonomian Indonesia setelah sector pertanian, bahkan sejak tahun 1991 peran sector industry mampu menjadi sector utama dengan mengalahkan sector pertanian. Berdasarkan tenaga kerja yang terlibat industry di Indonesia dibagi menjadi industry rumah tangga, industry kecil, industry menengah, dan juga industry besar. Selain itu sector industry juga memiliki banyak kelebihan antara lain, membuka lapangan pekerjaan yang besar di Indonesia, meningkatkan perekonomian bangsa, dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi pada berbagai komoditas yang dihasilkan. Salah satu industry yang memiliki peluang untuk membuka lapangan kerja yang besar adalah industry pariwisata,saat ini wisatawan khususnya kaum millennial 70% sudah menikmati manfaat era digital. Mereka melihat destinasi, pesan, dan bayar sudah bisa dalam satu aplikasi di ponsel pintar dengan cepat dan mudah. Sadar akan hal itu iIndonesia sudah memiliki cara yang digagas oleh mentri pariwisata untuk menyambut revolusi industry 4.0 yang serba digital tersebut. Salah satu teknologi yang muncul dari revolusi industry ini yakni OTA (Online Travel Agent), OTA secara tidak langsung mendukung industry pariwisata dengan cara yang sangat efisien dan mudah, selain itu iklan – iklan destinasi pariwisata begitu menggiurkan sehingga minat wisatawan pun meningkat.

Beberapa negara di kawasan Asia juga melakukan hal yang sama yakni menarik minat wisatawan untuk pergi ke negaranya namun dengan percaya diri dapat saya katakan pariwisata Indonesia adalah yang terbaik terutama dari segi kekayaan alamnya belum lagi ratusan budaya yang mengundang keingintahuan wisatawan asing untuk dating ke Indonesia. Dengan berkembangnya teknologi maka mempromosikan pariwisata Indonesia sangatlah mudah, di zaman sekarang ini media social adalah kunci utama untuk menarik wisatawan asing, maka dari itu revolusi industry ini sangat berdampak pada industri pariwisata . Selain itu menteri pariwisata mengeluarkan program baru pada tahun 2019 yang bernama Go-Digital, program ini mrnjadi salah satu program strategis Kementrian Pariwisata dalam upaya memenangkan pasar di era industry 4.0 demi mencapai target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2020 salah satu upaya awal yang dilakukan pmerintah untuk mengusung program ini adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya terlebih dahulu melalui penyukuhan – penyulusan ke daerah yang memiliki potensi pariwisata yang tinggi, hal ini tentunya akan sangat berdampak pada industry pariwisata terutama jika Indonesia berhasil mencapi target tersebut maka bisa dibayangkan berapa banyak devisa yang disumbangkan oleh industry pariwisata untuk negara Indonesia ini.  Salah satu peran masyarakat untuk tetap melestarikan industry pariwisata ini adalah dengan menjaga keindahan alam di sekitarnya, menciptakan berbagai kreasi baru sehingga berbagai jenis wisata mulai dari wisata budaya, belanja, alam, olahraga dan lain sebagainya dapat berkembang secara berkelanjutan,  bersikap ramah dengan wisatawan asing yang dating ke Indonesia, dan tetap mempromosikan budaya dan keindahan alam Indonesia kepada negara negara yang lain. Maka dari itu industry pariwisata akan tetap bertahan dan semakin berkembang beriringan dengan negara yang lainnya.

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started